Syukuran HUT ke 2 Puskesmas Gedangsari II

19 Mar

ULTAH YANG KEDUA PUSKESMAS GEDANGSARI II GUNUNGKIDUL

DISYUKURI DENGAN BAGI-BAGI GIFT  KE PASIEN

 

UPT Puskesmas Gedangsar II yang berlokasi di dusun Plasan, Watugajah, Gedangsari, Gunungkidul sudah menapaki usia 2 tahun. Sejak lounching tanggal 18 Maret  th 2010 pelayanan kesehatan terus berjalan dan berkembang seirama berjalannya waktu. Kunjungan pasien cukup banyak menggambarkan keberadaan Puskesmas baru di desa Watugajah ini sangat dimanfaatkan oleh Masyarakat sekitar. Wilayah kerja Puskesmas Gedangsari II meliputi  4 (empat) Desa yaitu: Desa Watugajah, Desa Sampang, Desa Serut, dan Desa Tegalrejo, yang semuanya berbatasan dengan wilayah Kabupaten Klaten.

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Puskesmas Gedangsari II diadakan Tasyakuran membuat tumpeng nasi kuning dan membagikan gift ke pasien yang berkunjung di Puskesmas pada hari Sabtu Tanggal  17 Maret th 2012. Gift yang diberikan berupa sabun, pasta gigi, sikat gigi, leaflet tentang kesehatan gigi dan mulut, makanan ringan dan buah jeruk. Disamping ada bagi-bagi gift juga diadakan penyuluhan tentang kesehatan gigi dan mulut yang diberikan oleh Kepala Puskesmas drg Dyah Mayun Hartanti dan Dokter Gigi fungsional drg Janita Sihombing.

Tujuan dari kegiatan ini adalah menumbuhkan komunikasi yang harmonis dan efektif antara pemberi pelayanan (Puskesmas) dengan pelanggan (Masyarakat). Harapannya pelayanan puskesmas bisa meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekitar khususnya dan wilayah Indonesia.

Kegiatan ini terselenggara berkat kerjasama dan dukungan dari semua Karyawan Puskesmas dan sponsor dari Persada (Unilever).

By: kapus Gedangsari II/drg Dyah Mayun Hartanti

OUTBOND UPT PUSKESMAS GEDANGSARI II TH 2012

13 Mar

OUTBOND  UPT PUSKESMAS GEDANGSARI II

SIIIP LAH………..

 

Kegiatan outbond memang sangat kami butuhkan, terutama untuk membangun kebersaman dan team work yang solid bagi Puskesmas yang masih baru seperti kondisi Puskesmas Gedangsari II. Kondisi yang  masih serba terbatas dibutuhkan energi lebih untuk menumbuhkan motivasi kerja, sistematika kerja, suasana kerja, dan keikhlasan kerja yang luar biasa. Harapannya akan memberikan output yang cukup optimal tanpa meninggalkan rasa keterpaksaan dan kedzoliman.

Rangkaian Lokakarya Mini Puskesmas dihari kedua adalah kegiatan Outbond, yang dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 17 Desember  th 2011. Lokasi outbond yang dipilih adalah Arena wisata Gondang Winangun di wilayah Klaten Jawa Tengah. Kebetulan lokasi Puskesmas Gedangsari II relatif dekat dengan tempat tersebut, hanya butuh waktu 15 menit sampai ke lokasi.

Hari itu kami buka pelayanan sampai jam 10.30 dengan warning pengumuman sudah disampaikan 2 hari sebelumnya, sehingga tidak ada komplain dari masyarakat. Dengan penuh suka cita kami bersiap-siap menuju lokasi, dan Alhamdulillah semua karyawan bisa ikut mulai dari cleaning service sampai tim Managemen komplit. Wuihhh…seru juga nih baru pertama kali keluar outbond.

Sampai dilokasi sekitar jam 11-an kami diterima oleh Tim pendamping kegiatan outbond, dan sambil briefing kami  disuguhi minum+snack yang lumayan bisa buat isi perut yang sudah mulai kosong. Sekitar 15 menit briefing kelar kegiatan dimulai dengan pemanasan yang cukup bikin fresh juga. Dengan penuh semangat dan ketawa-ketawa lepas kami cukup siap untuk lanjutkan kegiatan yang lebih menantang.

Game-game permainan yang cukup unik dan penuh makna filosofi kami lakukan dengan penuh sportif dan apa adanya, sampai-sampai  bisa mentertawakan diri sendiri saat menyadari sifat asli masing-masing.  Hal-hal yang demikian bisa membuat kita bener-bener fresh dan bisa lebih obyektif memandang suatu permasalahan. Capek juga sih, tapi asyik tuh…..

Acara yang tidak kalah seru adalah naik kereta keliling pabrik gula Gondang  dan museum pabrik peninggalan jaman Belanda. Semua jadi kembali kayak anak kecil, cuma sedikit bau tanah,  hi hi hi…. Sebagai acara puncak kita diuji nyali dengan jalan melewati jembatan tali yang panjang dan flying fox. Wuiiiihhh lumayan bisa memacu adrenalin, tapi ada beberapa teman yang tidak bisa ikut karena kondisinya tidak memungkinkan. Walaupun demikian tetap bisa ikut ngetawain temen yang lagi pucat turun dari flying fox.  He he he…..teganya-teganya….

by: Mayun/mboke pusk Gedangsari II

 

 

LOKAKARYA MINI PUSKESMAS GEDANGSARI II

13 Mar

LOKMIN UPT PUSKESMAS GEDANGSARI II, ALHAMDULILLAH  YA……..

Puskesmas adalah Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesehatan Kabupaten yang bertanggung jawab terhadap pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya. Puskesmas berperan menyelenggarakan upaya kesehatan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap penduduk agar memperoleh derajat kesehatan yang optimal. Dengan demikian Puskesmas berfungsi sebagai pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan, pusat pemberdayaan keluarga dan masyarakat serta pusat pelayanan kesehatan strata pertama.

Agar upaya kesehatan terselenggara secara optimal, maka Puskesmas harus melaksanakan managemen dengan baik. Manajemen Puskesmas adalah rangkaian kegiatan yang dilaksanakan secara sistemik untuk menghasilkan output Puskesmas yang  efektif dan efisien Manajemen Puskesmas tersebut terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian, serta pengawasan dan pertanggungjawaban. Seluruh kegiatan diatas merupakan satu kesatuan yang saling terkait dan berkesinambungan.

Nah…melalui tulisan ini kami mau berkisah sedikit tentang Puskesmas paling Muda di Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul. UPT Puskesmas Gedangsari II berdiri pada tanggal 18 Maret th 2010. Kegiatan dimulai pada tahun yang sudah berjalan dengan kondisi yang masih sangat terbatas baik dari sarana maupun prasarananya. Sampai ada kesan terlalu dipaksakan untuk menjadi Puskesmas induk yang mempunyai wilayah kerja di empat desa disepanjang perbatasan Gunungkidul dengan Klaten. Untuk menjalankan fungsinya kami menggunankan sistem “Managemen Kasih Sayang”. Bagi pembaca yang mau protes boleh, soalnya itu ilmu yang kami dapatkan bersamaan dengan  mengalir proses berdirinya Puskesmas Gedangsari II. Kondisi yang terbatas dan serba adanya membuat kami menjadi cepat dewasa dan cerdas dalam mensikapi setiap masalah yang ada didepan mata. He he he….narsis banget (mempercantik diri sendiri masih manusiawi kan?).

Memasuki tahun 2011 kami mulai berusaha “melek” manajemen Puskesmas tanpa meninggalkan ilmu managemen yang sudah membumi di benak  seluruh karyawan. Hasilnya kami bisa menyelenggarakan Lokakarya Mini Puskesmas yang Pertama pada tanggal 14 Februari th 2011. Wuihhh…rasanya haru dan lega bisa melaksanakan kegiatan tersebut, walaupun sebenarnya masih masuk dalam kategori Puskesmas “ISONE GEDANGSARI II” bukan puskesmas Gedangsari yang bersertifikat ISO. Pembaca juga boleh protes lagi, soalnya ini salah satu tip dalam managemen kasih sayang untuk menyamankan rasa aja…. Hasil dari Lokakarya Mini ternyata lumayan juga, membuat output dari serangkain kegiatan dan progaram lebih terencana, sistematis, dan cukup optimal. Sehingga hasil kerja keras kami tidak sia-sia dan bisa mengikuti irama Puskesmas lain yang sudah lebih senior dan lebih komplit.

Berbekal dari Lokakarya Mini Puskesmas yang pertama, diakhir tahun 2011 kami mulai mempersiapkan Lokakarya Mini yang kedua untuk kegiatan tahun 2012. Kegiatan dimulai dengan Perencanaan Tingkat Puskesmas yang dilaksanakan pada bulan November th 2011, dan dilanjutkan Lokakarya Mini Puskesmas yang pelaksanaanya pada tanggal 15 Desember th 2011. Kegiatan kali ini lebih lengkap, hari pertama diisi dengan pemaparan program tahun 2012 dan masukan-masukan dari lintas sektor maupun dari Dinas Kesehatan Kabupaten. Hari kedua dilaksanakan tanggal 17 Desember diisi dengan kegiatan  Outbond untuk membangun Team Work yang solid dalam lingkup karyawan Puskesmas Gedangsari II.

Alhamdulillah…kegiatan Lokakarya Mini kali ini berjalan cukup lancar dan penuh barokah, terbukti kami seluruh karyawan merasa lega, happy, dan punya rencana kegiatan yang cukup tertata dan bisa menatap masa depan dengan penuh optimis dan full semangat. BISMILLAAHIROHMAANIRROHIIM……

Penulis adalah “Mboke”  Puskesmas Gedangsari II/drg Dyah Mayun Hartanti

HKN Di Gunungkidul …

18 Nov

Hari Kesehatan Nasional di Kabupaten Gunungkidul khususnya Dinas Kesehatan menyelenggarakan berbagai acara. Sebagai wujud dari semangat membangun Indonesia sehat keluarga besar Dinkes beserta seluruh Puskesmas ikut berpartisipasi dalam acara HKN. Serangkaian kegiatan sudah direncanakan dan sebagian sudah terlaksana dengan cukup lancar. Walaupun kemasannya cukup sederhana mengingat penghematan cost,  alhamdulillah cukup meriah dan hangat dalam suasana kekeluargaan.

Acara yang sudah berjalan diantaranya: “Tilik Yandu skalian Lounching Jamkesta di Purwosari”, Jalan Sehat+pembagian Doorprice+hiburan untuk memeriahkan suasana, Seleksi Tenaga Kesehatan Teladan dari beberapa profesi, Pembagian Leaflet+bunga untuk masyarakat.

Masih ada beberapa acara yang akan dilaksanakan diantaranya Jambore kader sebagai wujud adanya peranserta masyarakat dalam pembangunan masyarakat sehat di Gunungkidul.

Harapan kami semoga semua rangkaian acara HKN Kabupaten Gunungkidul berjalan lancar, penuh manfaat+makna. Amiiin. Goodluck

 

‘Gigi Susu’ Anak Kita

11 Nov

Perawatan gigi susu sebenarnya lebih mudah dibandingkan gigi tetap, karena lebih sedikit serta lebih mudah untuk orangtua memantau makanan yang dikonsumsi anak. Adapun contoh penyakit gigi dan mulut yang sering dialami balita dan anak – anak bila perawatannya tidak dilakukan dengan baik, yaitu Caries (lubang pada permukaan gigi) dan Gingivitis (radang/pembengkakan pada gusi ).

Gigi Susu dan Gigi Tetap

Gigi susu mempunyai fungsi istimewa yang tidak dimiliki gigi tetap, yaitu: – sebagai pedoman penuntun atau penunjuk arah tumbuhnya gigi tetap agar kelak tumbuh pada tempat yang sesuai. Gigi susu juga menjaga pertumbuhan lengkung rahang sehingga susunan gigi menjadi teratur. Salah satu tanda gigi tetap akan tumbuh umumnya didahului dengan goyangnya gigi susu. Hal ini terjadi karena gigi susu jadi lebih pendek akibat dorongan proses keluarnya gigi tetap (resorbsi).

Bakal gigi susu sebenarnya terbentuk ketika anak masih dalam kandungan , yaitu pada masa kehamilan trimester kedua. Karena itu kekuatannya tergantung dari asupan gizi , terutama Kalsium yang dikonsumsi ibu ketika hamil. Ketika bayi lahir sebenarnya dia telah memiliki 20 gigi utama, yang sebagian besar telah terbentuk penuh di dalam gusi. Karena itu perawatan gigi dapat dimulai sejak bayi, yaitu dengan menggunakan kain kasa atau kapas yang di basahi dengan air matang, kemudian digosokkan pada gusi bayi setiap habis menyusui. Ketika gigi susu telah tumbuh (erupsi ) lebih dari 8 buah, bersihkan dengan sikat gigi bayi yang mempunyai ujung kecil dan berbulu halus atau yang berbulu karet. Setidaknya dibersihkan sekali sehari tanpa memakai pasta gigi. Ketika anak berusia 2 – 3 tahun jumlah gigi susu dalam mulut sudah lengkap 20 buah.

Mulailah anak diajarkan tehnik menyikat gigi, tetapi orangtua tetap mengawasi. Saat mereka sudah bisa berkumur, boleh memakai pasta gigi yang mengandung fluoride namun rasanya tidak manis. Lakukan 2 kali sehari sehabis makan pagi dan sebelum tidur malam. Orangtua juga dapat membantu membersihkan sela-sela gigi anak dengan benang gigi (dental floss) sampai usia 8 tahun atau sampai anak dapat melakukannya sendiri. Ajaklah anak untuk biasa mengkonsumsi sayur atau buah dan kontrol makanan yang mereka konsumsi.

Saatnya Berkenalan dengan Dokter Gigi

Waktu yang paling tepat untuk membawa anak kedokter gigi (rekomendasi The American Academy of Pediatric Dentistry) yaitu ketika anak telah memiliki gigi pertama atau tidak lebih dari usia satu tahun. Disarankan sebaiknya pertama kali anak diajak ke dokter gigi hanya sebagai perkenalan. Kemudian pada konsultasi kedua , sebaiknya tindakan yang dilakukan hanya memeriksa keadaan gigi. Penting: tindakan pertama tidak boleh menyebabkan trauma pada anak. Kunjungan ke dokter gigi sebaiknya dilakukan setiap 6 bulan sekali, kecuali anak menderita sakit gigi dan perlu penanganan segera.

Untuk diperhatikan

Perlu dicermati tanggalnya gigi susu yang sudah tergantikan gigi tetap. Hal ini penting agar tidak mengalami: ketika gigi geraham anak rusak disangka gigi susu, padahal gigi tersebut sudah merupakan gigi tetap.

Dari berbagai sumber (http://sister.imsa.us/)

Musim Hujan Tlah Tiba …

11 Nov

Saat musin hujan telah tiba mengingatkan sebuah lagu anak-anak yang menunjukkan suasana riang gembira. Harapannya, kita pun menyambutnya dengan riang gembira. Hal ini dapat terwujud jika diri kita sehat! Untuk itu perlu kiranya kita mengenali penyakit yang sering hadir di musim hujan agar dapat mencegahnya.

Demam Berdarah Dengue (DBD)

Bahasa medisnya disebut Dengue Hemorrhagic Fever (DHF)} adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, yang menyebabkan gangguan pada pembuluh darah kapiler dan pada sistem pembekuan darah, sehingga mengakibatkan perdarahan

Tanda dan Gejala Penyakit DBD

Masa tunas / inkubasi selama 3 – 15 hari sejak seseorang terserang virus dengue, Selanjutnya penderita akan menampakkan berbagai tanda dan gejala demam berdarah sebagai berikut :

  1. Demam tinggi yang mendadak 2-7 hari (38 – 40 derajat Celsius).
  2. Pada pemeriksaan uji torniquet, tampak adanya jentik (puspura) perdarahan.
  3. Adanya bentuk perdarahan dikelopak mata bagian dalam (konjungtiva), Mimisan (Epitaksis), Buang air besar dengan kotoran (Peaces) berupa lendir bercampur darah (Melena), dan lain-lainnya.
  4. Terjadi pembesaran hati (Hepatomegali).
  5. Tekanan darah menurun sehingga menyebabkan syok.
  6. Pada pemeriksaan laboratorium (darah) hari ke 3 – 7 terjadi penurunan trombosit dibawah 100.000 /mm3 (Trombositopeni), terjadi peningkatan nilai Hematokrit diatas 20% dari nilai normal (Hemokonsentrasi).
  7. Timbulnya beberapa gejala klinik yang menyertai seperti mual, muntah, penurunan nafsu makan (anoreksia), sakit perut, diare, menggigil, kejang dan sakit kepala.
  8. Mengalami perdarahan pada hidung (mimisan) dan gusi.
  9. Demam yang dirasakan penderita menyebabkan keluhan pegal/sakit pada persendian.
  10. Munculnya bintik-bintik merah pada kulit akibat pecahnya pembuluh darah.

Pencegahan Penyakit Demam Berdarah

Hindari gigitan nyamuk di waktu pagi sampai sore, karena nyamuk aedes aktif sepanjang siang hari (bukan malam hari). Misal: jauh dari lokasi yang banyak nyamuknya di siang hari, terutama di daerah yang ada penderita DBD.

Beberapa cara yang paling efektif dalam mencegah penyakit DBD melalui metode pengontrolan atau pengendalian vektornya adalah :

  • Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), pengelolaan sampah padat, modifikasi tempat. perkembangbiakan nyamuk hasil samping kegiatan manusia, dan perbaikan desain rumah.
  • Pemeliharaan ikan pemakan jentik (ikan adu/ikan cupang) pada tempat air kolam, dan bakteri (Bt.H-14).
  • Pengasapan/fogging (dengan menggunakan malathion dan fenthion).
  • Memberikan bubuk abate (temephos) pada tempat-tempat penampungan air seperti, gentong air, vas bunga, kolam, dan lain-lain.

Sumber

http://www.infopenyakit.com/2008/03/penyakit-demam-berdarah-dengue-dbd.html

Sehat Bagi Semua

7 Nov

Salam sehat bagi semua, khususnya masyarakat sekitar Puskesmas Gedangsari 2 Gunungkidul

 

Blog Puskesmas Gedangsari 2 dibuat untuk mempublikasikan keberadaan Puskesmas Gedangsari 2 sebagai upaya mendekatkan diri dengan segenap masyarakat maupun pihak-pihak terkait. Harapannya, terwujudnya Visi dan Misi Puskesmas Gedangsari 2 sebagai UPT di bidang kesehatan.

Sumbang saran dan kerjasama yang membangun sangat kami harapkan

Kepala Puskesmas Gedangsari 2

drg. Dyah Mayuh H.